Artikel Selingkuh

Hubungi saya di yerianto@gmail.com
Name: Denny Yerianto
Location: Jakarta

Profesional Teknologi Informasi (IT) merangkap pengamat perselingkuhan. Menulis berdasarkan pengalaman pribadi, diskusi, konsultasi dan sumber lain. Kirimkan artikel, masukan, pengalaman atau problem selingkuh Anda ke yerianto@gmail.com

Tuesday, November 08, 2005

Cuplikan Buku Selingkuhnya Clinton

''BILL Clinton membangunkan aku, Sabtu pagi, 15 Agustus 1998. Ia tak duduk di tepi ranjang seperti biasanya, tapi mondar-mandir di seputar kamar. Pikirannya kalut, karena ia harus memberikan pengakuan di depan televisi nasional tentang hubungan intimnya dengan Monica Lewinsky, gadis pekerja magang di Gedung Putih.

''Selama ini, Bill tidak mau berterus terang karena malu, dan ia tahu hatiku bakal terluka dan marah. Napasku tiba-tiba terasa berhenti. Saat menarik napas panjang, tangisku meledak dan aku berteriak histeris: 'Apa maksudmu?
Kenapa kamu bohong?' Aku pun tak bisa menahan amarah.

''Sementara Bill Clinton tetap berdiri di ujung kamar, sambil berulang-ulang meminta maaf. 'Maaf. Aku benar-benar minta maaf. Aku bermaksud melindungimu dan Chelsea (putri tunggalnya --Red.),' kata Bill kala itu.''

Pengakuan pahit Bill Clinton itu diceritakan kembali Hillary Clinton dalam buku terbarunya, Living History, yang diluncurkan Senin pekan lalu.

Buku seharga US$ 28 (sekitar Rp 300.000) itu laku keras. Dalam sehari saja terjual 200.000 eksemplar, melebihi penjualan buku laris seperti serial Harry Potter yang rata-rata seminggu cuma 100.000 buku.
Diperkirakan, dalam pekan-pekan berikutnya, penjualan buku memoar tersebut bakal melaju.

Jajak pendapat Universitas Quinnipiac, Connecticut, menunjukkan, tiga perempat dari 285 rakyat Amerika Serikat setidaknya pernah mendengar atau membaca Living History. Faktor utama yang mendorong buku setebal 562 halaman itu laris manis, karena penulisnya Hillary Clinton.

Apalagi, menurut Michiko Kakutani dari harian The New York Times, buku itu diterbitkan pada saat ''pengakuan dan skandal menjadi bahan omongan dan dikaitkan dengan kaum selebriti''. Atau, buku itu diterbitkan untuk memuaskan keingintahuan khalayak pada sikap Hillary Clinton saat menghadapi krisis keluarga.

Memoar yang dikemas apik dengan wajah Hillary di kulit muka itu berisi perjalanan hidup wanita asal Chicago, Illinois, bernama Hillary Rhodam.
Di bagian awal bukunya, Hillary bercerita tentang masa mudanya saat kuliah di Yale Law School, 1970. Pada saat itulah hatinya terpaut pada Bill Clinton, pemuda tampan asal Arkansas berambut gondrong dan bercambang kemerahan.

Lalu cerita mengalir, saat mereka menghabiskan waktu mengunjungi museum dan mengagumi patung-patung di Yale Art Gallery. Bill Clinton yang sebelumnya menamatkan kuliah dua tahun di Oxford, London, Inggris, akhirnya ikut pindah mengikuti Hillary ke California yang bekerja di sebuah perusahaan jasa hukum.

Mereka bahkan sempat berlibur ke Inggris. Selama itu pula, Bill berulang kali mengajak Hillary menikah, tapi tetap saja ditolak. ''Beri aku waktu,'' jawab Hillary, yang kala itu masih trauma melihat orangtuanya bercerai.

Setamat kuliah di Yale, 1973, Bill kembali ke Arkansas, dan menjadi dosen di fakultas hukum. Hillary ke Washington, DC, bekerja magang di Komisi Judisial di Majelis Permusyawaratan Rakyat, badan yang mengusut skandal Watergate Presiden Richard Nixon. Keduanya bertemu kembali setelah Hillary mendapat tawaran bekerja sebagai dosen Fakultas Hukum Universitas Arkansas.

Tawaran menikah sekali lagi diutarakan Bill. Kali ini, Hillary tidak bisa menolak. ''Yes!'' Mereka menikah pada 11 Oktober 1975 di rumah mereka di Fayetteville, Arkansas. Karier politik Bill Clinton makin cerah setelah terpilih menjadi Gubernur Arkansas. Langkahnya menjadi pemimpin negara tak terbendung lagi tatkala ia berhasil mengalahkan Bob Dole, dalam pemilihan presiden 1996.

Hari pertama menempati Gedung Putih merupakan pengalaman cukup menggelikan.

''Sekitar pukul 05.30, terdengar ketukan keras di pintu kamar tidur kami. Bill kaget dan terbangun, sedangkan aku merayap mencari kacamata di kegelapan. Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan muncul pelayan kepresidenan lengkap berseragam dan berdasi membawa pinggan perak berisi sarapan pagi.

''Ucapan pertama yang keluar dari mulut presiden ke-42 Amerika Serikat waktu itu: 'Hei, mau apa kamu di sini?' Dibentak begitu, pelayan itu langsung mundur dan menutup pintu kamar kembali. 'Kami berdua kemudian tertawa dan menarik selimut kembali, meneruskan tidur yang terganggu.

''Rabu pagi, 21 Januari 1998, Bill Clinton membangunkanku. Ia duduk di pinggir ranjang dan berkata, 'Ada berita di koran yang harus kamu baca.' Belum sempat rasa heranku hilang, ia menjelaskan berita yang mengabarkan bahwa Presiden Amerika Serikat sedang menutupi kasus skandal seks dengan seorang mahasiswi yang magang di Gedung Putih.''

Gadis itu diminta tak membocorkan kasus ini pada Kenneth Starr, petugas pemeriksa kasus penyuapan Whitewater, yang juga melibatkan Bill Clinton saat masih menjadi Gubernur Arkansas. Karena itu, Starr meminta Kejaksaan Agung agar ia diberi keleluasaan mengusut skandal seks yang dikategorikan kasus kriminal.

''Dalam penjelasannya, Bill mengatakan, gadis bernama Monica Lewinsky itu memang dikenalnya sekitar dua tahun lalu.
Ia bekerja magang di kantor kepresidenan Sayap Barat Gedung Putih. Menurut Bill, Monica acap meminta dibantu mencari pekerjaan. 'Lalu kamu ngapain saja sama dia?' tanyaku berulang-ulang.

''Dan setiap kali, jawaban Bill sama saja. Dia bilang, tak penah berbuat hal yang tidak senonoh. Bagiku, kasus Monica Lewinsky kali ini sama seperti skandal seks lain sebelumnya, yang sengaja diciptakan lawan politik suamiku. Dan cerita seperti ini terjadi berkali-kali. Bahkan, Bill pernah dituduh punya anak dengan seorang pelacur di Little Rock, Arkansas.

''Pagi itu merupakan hari yang cukup berat bagi kami. Namun, kami bertekad menjalaninya seperti biasa. Menjelang keberangkatanku untuk berpidato dalam sebuah acara di Baltimore, tiba-tiba David Kendall, pengacara pribadi Clinton, menelepon. Dia menjelaskan, Jaksa Agung Janet Reno telah mengeluarkan surat panggilan agar Presiden Amerika Serikat ke pengadilan, untuk menjelaskan skandal seksnya dengan Monica.

''Aku tidak bisa menggambarkan betapa kalut hatiku. Demikian juga Bill Clinton. Meskipun kami bersikap biasa di depan umum, sulit rasanya menekan perasaan gundah. Pagi itu, mau tak mau, aku harus menghadiri acara 'Today Show' yang ditayangkan televisi National Broadcasting Center.

''
Para penasihat kepresidenan tak mampu membatalkan acara itu. Setelah berita pagi pukul 07.00 selesai, acara pun dimulai. Matt Lauer, pemandu acara, membuka dengan pertanyaan sangat sensitif. 'Nyonya Clinton, ada satu pertanyaan di benak setiap warga Amerika belakangan ini. Bagaimana hubungan suami Anda dengan Monica Lewinsky? Apakah dia menggambarkan secara detail bentuk hubungan itu?

''Jawabku, 'Kami sudah membicarakan hal itu panjang lebar, dan kami harus bersikap sabar menghadapi sejumlah isu dan prasangka buruk yang berkembang selama ini. Selama bertahun-tahun kami mengalami hal seperti ini. Yang kami lakukan adalah bersabar, menarik napas dalam-dalam, dan kebenaran akan muncul kelak.

''Dalam sebuah jamuan makan malam, menghormati Perdana Menteri Inggris Tony Blair, pertanyaan itu kembali mengganggu pikiranku. Aku tak ambil peduli. Aku duduk di sebelah Ketua MPR, Newt Gingrich dari Partai Republik, dan Tony Blair.

''Setelah lama ngobrol tentang ekspansi militer NATO ke
Bosnia dan Irak, akhirnya Gingrich mengeluarkan unek-uneknya dengan halus. 'Tuduhan terhadap suami Anda cukup menggelikan. Kalaupun benar, nggak ada artinya, kok,' ujarnya. 'Belakangan baru aku tahu, ternyata Gingrich juga terlibat skandal asmara.

''Tibalah hari kelam dalam hidupku pada Sabtu pagi, 15 Agustus 1998, saat Bill Clinton mengakui perselingkuhannya dengan Monica. Kemudian aku menyadari bahwa kami harus menceritakan hal ini pada
Chelsea.''

Akhirnya, Bill Clinton menyampaikan kesaksian di Map Room, Gedung Putih, Senin malam dua hari kemudian. Pada waktu itu, Kenneth Starr meminta Janet Reno mencabut
surat panggilan Bill ke pengadilan.

''Hari-hari kami lalui dalam diam. Kami tidak saling bicara selama beberapa bulan. Lama-kelamaan, hatiku luluh. Perasaanku mengatakan, sebagai seorang istri, aku ingin menjerat leher Bill. Tapi, ia juga presidenku yang berhasil memimpin Amerika Serikat dan dunia.

''Secara moral, suamiku memang salah karena berdusta pada rakyat Amerika dan keluarga kami. Memang selingkuhnya sama halnya mengkhianati keluarga kami, tapi tidak berarti mengkhianati bangsa Amerika.''

Hingga akhir pekan lalu, buku Living History menjadi perhatian utuma publik Amerika, dan sekaligus mendongkrak popularitas Hillary. Di antaranya, mengungguli sembilan calon Partai Demokrat --menghadapi pemilihan Presiden Amerika tahun depan-- yang popularitasnya rata-rata jauh di bawah Hillary.

''Lihat saja, dia lebih menarik perhatian daripada para calon Demokrat,'' ujar Phillip Fiedman, ahli strategi politik Partai Demokrat. Ia menilai Hillary sengaja menerbitkan buku skandal
asmara suaminya untuk melangkah menjadi pemimpin nasional dalam partai.

Didi Prambadi (
Philadelphia)
[Internasional, GATRA, Nomor 31 Beredar Senin 16 Juni 2003]

Hubungan Chatting dan Selingkuh

Semakin banyak orang menikah yang memanfaatkan fasilitas chatting di Internet untuk memperoleh hiburan lain dari lawan jenis yang bukan pasangannya, demikian temuan sebuah penelitian di AS yang dilaksanakan baru-baru ini.

Menurut penyelidikan yang dilakukan peneliti dari Universitas
Florida, para chatter yang terlibat hubungan dengan orang lain di Internet itu tidak merasa tindakannya salah, apalagi mengancam rumah tangga mereka. Padahal di lain pihak, banyak pasangan yang beranggapan hubungan lewat jagad maya itu termasuk pengkhianatan, meski dalam banyak kasus para chatter tidak melakukan kontak fisik.

"Internet sepertinya akan menjadi salah satu bentuk umum ketidaksetiaan, atau bahkan sudah," ujar Beatriz Mileham dari Universitas Florida, peneliti kasus ini. "Sebelumnya tidak pernah seorang pria atau wanita yang sudah menikah menemukan ’kencan’ atau ’teman selingkuh’ semudah ini."

Getaran Seksual

Senada dengan penelitian Mileham, sebuah grup konseling di AS mengatakan bahwa chat room sekarang telah menjadi salah satu penyebab tercepat retaknya hubungan suami-istri. "Masalah itu bisa menjadi lebih parah seiring dengan makin banyaknya orang yang online dan gemar chatting," papar Mileham.

Dalam penelitian yang dilakukannya, Mileham mewawancarai beberapa pria dan wanita yang menggunakan
chat room sebagai tempat mencari ’teman’. Ia mendapatkan bahwa kebanyakan orang yang chatting dengan partner yang sama lama-lama akan jatuh cinta padanya. Rasa jatuh cinta itu tidak seperti jatuh cinta pada pasangannya, tapi ada sisi-sisi erotis bahwa mereka tidak saling tahu, dan tidak ada rasa harus bertanggungjawab. Pendek kata banyak orang yang jatuh cinta karena bebasnya hubungan itu.

"Di situ kita bisa membicarakan apa saja tanpa harus dibebani rasa malu," ujar seorang responden pria. "Orang juga merasa lebih bebas karena mereka tidak harus bertemu mata secara langsung pada awal perkenalan mereka."

Mengapa orang berpetualang di chat room? Menurut penelitian, penyebab utamanya adalah kebosanan, pasangan yang tidak lagi bergairah secara seksual, pasangan yang tidak menarik, keinginan untuk mencoba sesuatu yang lain, atau hanya sekedar main-main.

"Alasan utama yang diutarakan para pria adalah tidak harmonisnya kehidupan seksual dalam perkawinan mereka," tandas Mileham. "Banyak diantaranya mengatakan bahwa istri mereka terlalu disibukkan dengan urusan anak-anak sehingga tidak lagi tertarik untuk melakukan hubungan seksual."

Dari Virtual Menjadi Kenyataan

Berdasar penelitian, Mileham menemukan pula bahwa apa yang mulanya merupakan chatting pertemanan seringkali menjadi hubungan yang lebih serius. Hampir sepertiga dari responden mengaku pernah menemui teman kencannya. Di antara mereka yang melakukan pertemuan tersebut, nyaris seluruhnya berakhir dengan perselingkuhan sungguhan.

"Dengan kondisi tersebut, tidak heran bila aktivitas seksual online merupakan penyebab utama dalam masalah perkawinan di masa mendatang," kata Al Cooper, pengarang buku Sex And The Internet: A Guidebook For Clinicians.

"Banyak masalah yang berawal dari kegenitan online, dan berakhir pada perceraian. Jadi berhati-hatilah!" demikian diperingatkan Cooper. (BBC/wsn - Kompas internet)

Lika-Liku Selingkuh

Banyak orang setuju kalau kesetiaan adalah kunci dari kesuksesan sebuah hubungan. Tapi nyatanya banyak yang diam-diam berselingkuh. Seorang psikolog, Paula Hall mengungkapkan mengapa orang memiliki affair dan memberi tips agar hubungan bisa bertahan menghadapinya.

Kenapa Ada Perselingkuhan ?
Kita bisa mencari banyak alasan untuk menjawab pertanyaan di atas. Tetapi biasanya selingkuh adalah tanda adanya keinginan untuk perubahan. Ada sesuatu dalam diri pasangan atau dalam hubungan yang sedang dijalani, tidak sesuai dengan harapan. Dan perselingkuhan memicu perubahan tersebut. Perselingkuhan tidak melulu soal seks. Keintiman yang terjadi antara dua orang dan melanggar kepercayaan pasangannya bisa merupakan sebuah affair.

Tipe-tipe perselingkuhan
Meski banyak alasan mengapa orang berselingkuh, kita bisa menggolongkan affair menjadi beberapa kategori :

The boat-rocking affair - Terjadi ketika seseorang merasa tidak puas dengan hubungannya. Perselingkuhan tanpa disadari menjadi cara untuk mengalihkan perhatian dari masalah dan membuatnya muncul ke permukaan. Affair jenis ini selalu timbul tenggelam.

The exit affair - Terjadi ketika perselingkuhan dijadikan cara untuk lepas dari sebuah hubungan. Bukannya menghadapi masalah dengan pasangannya, ia malah memilih lari dalam perselingkuhan.

The thrill affair - Sebuah hubungan yang terlarang bisa menimbulkan sensasi tersendiri, rasa deg-degan karena takut ketahuan memompa adrenalin dalam tubuh, sehingga hubungan seks yang dilakukan dengan seseorang yang baru terasa begitu menggairahkan. Perselingkuhan pun menjadi terasa romantis dan menarik. Selingkuh itu indah, begitu prinsip mereka.

The three’s company affair - Sebuah affair yang berlangsung tahunan ; bisa disebut juga affair berturut-turut. Ada sebagian orang yang merasa tidak bisa berkomitmen dengan satu orang, orang-orang dalam golongan ini merasa tercekik dalam hubungan monogami. Kehadiran orang ketiga bisa menjadi penyaluran dalam masalah emosi tadi.

Ketika Affair Terbongkar
Saat rahasia akhirnya terkuak, baik berangsur-angsur atau tiba-tiba, shock adalah perasaan yang pertama akan Anda alami. Ketika shock telah lewat, perasaan yang tertinggal adalah marah, sedih, bingung dan mungkin merasa dipermalukan, terutama jika Anda yang melakukan affair.
Kebanyakan orang akan terus bertanya-tanya mengapa semua ini terjadi dan berpikir adakah kemungkinan hubungan mereka bisa diselamatkan.

Kepercayaan adalah resep sebuah hubungan yang sehat dan sering kita abaikan. Kalau Anda adalah pihak yang berselingkuh, Anda harus bekerja dengan keras untuk meyakinkan pasangan bahwa ia adalah cinta sejati Anda dan Anda telah belajar banyak dari kesalahan yang dibuat.

Bagaimana kalau pasangan kita yang berselingkuh ? Anda mungkin akan terus mempertanyakan diri sendiri untuk waktu yang lama. Tetapi ketika masa itu telah lewat, hubungan yang dimiliki akan lebih dilandasi rasa percaya dan rasa aman.

Butuh waktu sebentar untuk menghancurkan kepercayaan, tetapi butuh waktu yang sangat lama untuk membangunnya. Pada mulanya mungkin Anda akan merasa bahwa hubungan tidak akan kembali normal, tetapi dengan kesabaran dan niat yang kuat, semua akan bisa bertahan. Jika dirasa perlu, Anda dan pasangan bisa mendatangi lembaga konseling perkawinan untuk meminta saran. Perselingkuhan adalah titik balik perubahan sebuah hubungan, tetapi tidak selalu tanda akhir dari hubungan. (*/An/Kompas - Internet)

Thursday, October 06, 2005

Membangun Kembali Hubungan Paska Selingkuh

Perselingkuhan dapat terjadi sekalipun pada hubungan yang terjalin kuat dengan meninggalkan perasaan terkhianati, merasa bersalah dan marah. Menurut rican Association for Marriage and Family Theraphy 25 persen pasangan menikah sulit mengatasi masalah ini.

Tetapi dengan dukungan keluarga, teman, ahli terafi dan pengertian diantara pasangan sendiri tidak menutup kemungkinan pasnagan mengakhiri perselingkuhan untuk kembali membangun hubungan yang lebih kuat.

Ada banyak alasan berbeda mengapa seseorang melakukan selingkuh. Menurut Michele Weiner-Davis, ahli terafi pernikahan dan keluarga di Illinois, keadaan ini kadang-kadang disebabkan keputusan yang tidak tepat dimana seseorang mungkin merasa puas dengan pernikahan mereka tetapi sampai larut malam di kantor dengan rekan kerja bisa mendorong terjadi affair. Mencari sebuah hubungan emosi menjadi faktor yang sering terjadi. Awalnya mungkin hanya perhatian, saling menggoda sampai saling tertarik.

Apapun alasannya selingkuh memiliki pengaruh yang bisa menghancurkan sebuah hubungan. Walaupun tidak mudah, apabila ada komitemen dari kedua pasangan untuk saling mengintropeksi peran apa yang telah dimainkan hingga hubungan bisa tergelincir.

Berikut 8 langkah yang bisa dilakukan apabila perselingkuhaa tengah menghinggapi hubungan anda:
1) Hal terpenting yag anda harus lakukan adalah menghentikan kebiasan buruk tersebut karena anda tidak bisa hidup dalam hubungan jika kaki sebelah anda berada di luar pintu.

2) Ingat tidak mudah mengawali hubungan setelah terjadi perselingkuhan karena itu wajar apabila jalan menuju perbaikan akan mengalami pasang surut.

3) Perlu pembicaraan terbuka mengenai apa yang terjadi sehingga diketahui akar masalah untuk perbaikan di kemudian hari.

4) Siap menerima tanggung jawab atas ulah yang telah dilakukan meskipun mungkin terasa tidak adil.

5) Ada keinginan untuk berjanji dan membuat komitmen bahwa selingkuh tidak akan pernah terjadi kembali.

6) Orang yang melakukan affair sebaiknya mengkaji alasan pribadi yang mendorong penyimpangan ini dan memikirkan apa yang perlu dirubah untuk menghindari godaan di kemudian hari.

7) Sebagai langkah ke depan, keduanya perlu memiliki tanggung jawab membangun fondasi hubungan yang baru.

8) Tak ada salahnya berkonsultasi dengan ahli terafi untuk membantu mengembalikan hubungan kembali ke tracknya.

***) sumber visionet

Friday, September 16, 2005

Pemilik Porche Suka Selingkuh

"Kalau suami Anda punya mobil Porsche, ikuti kemana pun dia pergi". Guyonan tersebut muncul karena menurut survei, pria pemilik mobil berkecepatan tinggi ini suka selingkuh.

Dibanding pemilik mobil jenis lain, pemilik Porsche kurang setia. Hampir 50 persen diantara mereka mengaku pernah mengkhianati pasangannya. Hasil survei ini dipublikasikan dalam majalah terbitan Jerman Men’s Car.

Berada pada urutan kedua, pemilik mobil BMW. Hampir 46 persen pengemudinya mengaku pernah berselingkuh. Sementara, diantara pemilik mobil wanita, pengemudi Audi kurang bisa dipercaya, 41 persen mengaku pernah melakukan affair.

Yang dikenal paling setia, pemilik mobil Opel-Vauxhall, hanya 31 persen pria dan 28 persen wanitanya mengaku pernah berselingkuh.

Survei ini melibatkan 2.253 pemilik mobil pria dan wanita, berusia antara 20-50 tahun.

Majalah Men’s Car sebelumnya mempublikasikan hasil survei mengenai aktivitas seksual para pemilik mobil. Hasilnya, pengemudi mobil BMW ditengarai paling aktif berhubungan intim. Mereka berhubungan seks rata-rata 2,2 kali setiap minggu. (zrp/Reuters)
Sumber : Kompas 1 Juni 2004

Selera Selingkuh Para Wanita

Hasil riset terbaru di Human Nature mendukung hal yang biasa terjadi di cerita-cerita roman selama bertahun-tahun.

Wanita cenderung memilih pria yang dominan, kuat, dan tidak pilih-pilih dalam berhubungan intim untuk urusan selingkuh singkat. Hanya saja, ketika mempertimbangkan hubungan jangka panjang, wanita sepertinya memilih pria yang penuh kasih, sensitif, dan monogami.

Demikian kata riset itu. Ketika memberi gambaran dua pola dasar pria ini, yang dideskripsikan sebagai cad (si kurang ajar) dan dad (ayah), wanita secara konsisten memilih dad sebagai pasangan jangka panjang. Namun, ketika hubungan itu pendek, wanita cenderung memilih si cad.

Dalam sebuah contoh, 60 persen wanita memilih berhubungan seks dengan pria berkarakter cad. Meski begitu, cuma 13 persen pria semacam itu bertunangan dengan putri mereka.

Meskipun ada fakta daya tarik kuat pada cad terhadap wanita, Dr. Daniel J. Kruger dari University of Michigan di Ann Arbor memberi saran kepada para pria untuk menerapkan kepribadian "kuda hitam". Cad adalah tipikal pria berposisi kuat dan pemimpin seperti pemimpin perusahaan atau bintang olahraga, katanya. Hanya minoritas pria yang punya kategori seperti itu.

"Dan menjadi pria dominan, amat sangat sukses, dan tidak pilih-pilih dalam berhubungan seks adalah sulit dipalsukan. Tidak semua pria selalu sukses menjadi cad. Anda tidak akan mendapat banyak kencan dengan bertingkah seperti orang brengsek,” ujarnya memperingatkan.

Dalam studi yang dilaporkan jurnal Human Nature, Kruger dan timnya meminta 257 mahasiswi untuk membaca literatur berbahasa Inggris dari abad ke- 17 dan 18 yang menggambarkan karakter yang cocok dengan satu dari dua tipe kepribadian itu. Sekitar 70 persen mahasiswi itu berlatar belakang non-Eropa Barat.

Dalam alinea bacaan itu, karakter dad digambarkan pria rumahan, damai, suka buku, lembut, dan penuh kasih. Sebaliknya, cad digambarkan arogan, pemberontak, moody, kuat, dan selalu bergandengan dengan perempuan cantik.

Para mahasiswi itu kemudian menjawab sejumlah pertanyaan mengenai karakter mana yang mereka pilih di situasi berbeda, misalnya selingkuh, perjalanan, perkawinan, atau menantu di masa depan.

Para peneliti menemukan bahwa wanita cenderung memilihkarakter dad pada waktu perjalanan tiga minggu dan untuk menjadi pasangan atau menantu. Namun, lebih banyak wanita berkata mereka ingin berselingkuh dengan karakter cad dibanding dad.

Dalam sebuah wawancara, Kruger mencatat bahwa wanita memilih berumah tangga dengan tipe dad karena mereka akan tinggal berdua dan membantunya membentuk keluarga. "Anda dapat memikirkan para pria ini sebagai dad karena mereka akan mendampingi keluarga sebagai ayah dan figur ayah," ungkapnya.

Jadi mengapa memilih berhubungan seks dengan karakter cad, yang juga dapat menghasilkan anak? “Tren itu dapat dijelaskan dengan hipotesis anak lelaki seksi," kata Kruger, yang mengajukan teori bahwa jauh di dalam hatinya wanita kadang percaya bahwa anak yang dihasilkan dari hubungan dengan cad akan menghasilkan karakter yang sama. Akhirnya cad itu akan berhubungan seks dengan banyak wanita dan menghasilkan banyak cucu.

Fakta bahwa pada abad 21 wanita bereaksi seperti ini terhadap stereotip yang dibentuk bertahun-tahun silam memberi saran bahwa respon terhadap cad dan dad ada dalam jangka waktu yang panjang, demikian catatan Kruger. "Ini menunjukkan bahwa ini adalah sesuatu yang telah mendarah daging dalam masyarakat kita," katanya.
(sumber: Kompas 6 Nopember 2003)

Selingkuh ? Please deh ...

Sejak awal kita pacaran, niatnya, ya, sama satu orang itu saja. Di perjalanan, tiba-tiba kita ketemu sama orang lain. Seseorang yang lama-kelamaan semakin dekat dengan kita. Tapi kedekatan ini senantiasa kita sembunyikan dari pacar. Lalu akhirnya terjadilah… perselingkuhan.

se.ling.kuh a 1 tidak berterus terang; tidak jujur; suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; curang; serong.
(Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, 1991)

Selingkuh, ngeduain, cinta segi tiga… or whatever-lah. Sebenarnya apa, sih, artinya? "Selingkuh itu (ketika) orang melakukan suatu tindakan yang tidak sesuai dengan komitmennya," jelas psikolog Zainoel B Biran, yang biasa dipanggil Pak Noel.

Maksudnya, saat dua orang memutuskan untuk pacaran, mereka punya komitmen buat menjaga hubungan. Misalnya, lawan jenis yang boleh ngajak kita jalan berdua cuma pacar, pegangan tangan sama lawan jenis pun hanya dilakukan dengan pacar. Jadi, saat salah satu pihak nge-date sama orang lain, bisa dibilang dia sudah selingkuh!

Dalam sebuah riset yang dilakukan psikolog Drigotas SM dan koleganya di Journal of Personality and Social Psychology tahun 1999, selingkuh disebut sebagai dating infidelity. Istilah ini mengacu pada adanya perasaan bahwa pasangan telah melanggar norma dalam pacaran, yang berkaitan dengan interaksi terhadap orang lain dan diikuti timbulnya kecemburuan dan persaingan.

Selingkuh itu sendiri juga dibagi dua: selingkuh fisik dan emosional. Selingkuh fisik artinya kita melakukan kontak fisik dengan lawan jenis, seperti pelukan dan ciuman sama orang yang bukan pacar kita. Sedangkan selingkuh emosional lebih berupa perasaan kita terhadap orang lain yang bukan pacar. Contoh, kangen dan pengin sering ngobrol sama lawan jenis yang bukan pacar.

Batasan seberapa jauh seseorang bisa disebut berselingkuh itu pun macam-macam dan sangat relatif. Dalam majalah Psychology Today terbitan Desember 2000, menurut teori evolusi psikologi zaman dulu, cowok akan lebih kecewa kalau pasangannya melakukan selingkuh fisik. Soalnya, cowok enggak akan terima harus membesarkan dan membiayai anak hasil perselingkuhan istrinya (iyalaah!). Sementara cewek bakal lebih sebal kalau pasangannya melakukan selingkuh emosional. Sebab, cewek pengin pasangannya ada di sampingnya untuk membantunya membesarkan keturunan.

Tapi teori ini diragukan oleh hasil eksperimen yang dilakukan Christine R Harris, profesor psikologi dari Universitas California, San Diego, tahun 2000. Reaksi seseorang terhadap bentuk selingkuh itu bergantung pada pengalaman hidupnya, bukan pada jenis kelaminnya.

Ini juga disetujui oleh Pak Noel yang bilang bahwa selingkuh itu batasannya relatif. Tergantung persepsi orang masing-masing. Ada cewek yang menganggap pacarnya yang sering ngobrolin tentang cewek lain artinya dia sudah selingkuh. Tapi ada juga cewek enggak menganggap pacarnya selingkuh walaupun pacarnya sudah pelukan plus ciuman sama cewek lain. Sebab dia tahu pacarnya sedang khilaf dan enggak ada feeling apa pun pada cewek tersebut.

Tomi, siswa kelas III SMA di Jakarta Selatan, mengaku selingkuh itu sudah terjadi ketika dia mulai kangen sama cewek lain yang sering diajaknya ngobrol tanpa ada kontak fisik. Lain lagi sama Dino (17), "Kontak fisik berlebihan sama orang lain walau enggak ada perasaan, itu baru selingkuh!" Jadi, batasan selingkuh itu memang bergantung pada diri kita.

Kenapa selingkuh?

Tapi kenapa, ya, banyak teman seumuran kita (mungkin kita juga termasuk) gampang banget ngeduain pacarnya?

"Remaja masih pengin main-main. Belum memantapkan pilihan. Sementara (saat pacaran) mereka terikat dan commited hanya pada orang," ujar Pak Noel sambil tersenyum.

Pak Noel juga menambahkan, dibandingin zaman dulu, keintiman hubungan antara cewek dan cowok bergeser. Sekarang banyak pertemanan yang "dihiasi" kontak fisik seperti layaknya orang pacaran. Enggak heran banyak juga yang pacaran, tapi masih "senang-senang" dengan orang lain yang bukan pacar.

Selain itu, kecenderungan mencari tempat curhat pun membuat seseorang jadi lebih rentan selingkuh. "Kadang-kadang sama pacar belum tentu bisa curhat. Apalagi menyangkut hubungan itu sendiri. Lalu ada tempat curhat yang bisa menjadi jalur untuk selingkuh," kata dosen sosiologi di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.

Kebosanan juga menjadi salah satu penyebab kita rentan selingkuh. Kita bosan karena sudah berbulan-bulan stuck sama satu orang ini saja. Itu diakui oleh William, kelas III SMP. "Gue orangnya bosenan. Apalagi cewek, kan, suka marah-marah. Gue jadi makin bete. Gue bosannya enggak niat ketemu, gitu, sama dia," katanya.

Bahkan Dino yang belum pernah selingkuh pun mengakui makin bosan ketemu sama pacarnya. "Sudah tujuh bulan gue pacaran. Jadi bosan saja sama dia. Pengin, sih, selingkuh, tapi enggak, ah," kata Dino sambil tertawa.

Faktor lain dari diri kita yang memicu terjadinya selingkuh adalah untuk mencari kesenangan dan petualangan baru. "Aku cari kesenangan sendiri saja. Ada cowok yang lebih dari cowok gue, ya, kenapa enggak?" aku Dinda yang pernah sekali berselingkuh.

Penyebab lain terjadinya selingkuh adalah keadaan hubungan itu sendiri. Kalau tiap hari kita berantem terus sama pacar, ya... lama-lama ilfil juga. Apalagi kalau berantemnya soal kebiasaan pacar yang cemburuan plus posesif. Aduuuh… males banget!

"Posesif itu menghambat yang lain. Mendorong untuk selingkuh. Ada ketegangan dan kecemasan (dalam hubungan itu). Jadi hubungannya enggak dinikmati," jelas Pak Noel. Tuh, ingat-ingat, ya!

Uniknya lagi, ada penelitian terbaru di Inggris yang bilang faktor genetis memengaruhi kecenderungan kita berselingkuh! Dari penelitian yang melibatkan 1.600 cewek kembar tersebut disimpulkan bahwa 30-40 persen perselingkuhan disebabkan faktor genetis alias keturunan-walaupun ada faktor lain yang berpengaruh, seperti kualitas hubungan dan kesempatan berselingkuh. Meskipun riset tersebut dilakukan pada cewek saja, ilmuwan-ilmuwan yang terlibat percaya ini juga berlaku buat para cowok! Widiih, kayaknya kita mesti cek silsilah keluarga, nih!

Terbebas selingkuh

"Selingkuh itu enggak apa-apa karena kita masih muda dan mencari-cari pilihan!" Itu dalih yang sering diomongin para selingkuh-ers! Bleah! Emang, sih, masih muda… tapi biar bagaimana, kita juga harus belajar menghargai orang lain, dong. Apalagi kalau kita memosisikan diri sebagai pihak yang diselingkuhi. Enggak ada enak-enaknya lagi dibohongin! Yang ada malah saling menyakiti nantinya.

Jadi, gimana, nih, caranya kita terbebas virus selingkuh? Kalau masih pengin gebet sana-sini, ya, enggak usah pacaran. "Jangan bikin pernyataan aku pacarmu, kamu pacarku. Jalan bareng saja, tapi masing-masing bebas," kata Pak Noel.

Enggak ada komitmen, artinya kita lebih bebas. Enggak perlu ada tanggung jawab berjanji setia pada satu orang. Segi positifnya, banyak orang yang bisa kita kenal. Tapi enggak enaknya, agak sulit menemukan orang yang akan selalu ada di samping kita.

Lain lagi kalau kita memang mau pacaran, tapi tetap enggak mau kehilangan "wawasan" terhadap lawan jenis lain. Sebenarnya, kita juga masih bisa begini, kok. Inti selingkuh itu, kan, menyalahi komitmen, maka dari awal sebaiknya dibahas "aturan-aturan" yang berlaku antara kita dan pacar. Seberapa jauh, sih, kita boleh berhubungan sama lawan jenis yang bukan pacar? Kita sebal kalau pacar kayak gimana, sih? Kita pengin hubungan pacaran ini berjalan seperti apa? "Membahas hal-hal ini berguna untuk mengantisipasi (perselingkuhan)," ucap Pak Noel.

Hubungan kita dan pacar juga akan semakin clear. Kalau kita berkomitmen bahwa sah-sah saja jalan bareng sahabat pacar, kita enggak perlu pusing mikirin pendapat pacar, kan? Kita pun jadi tahu batasan bersikap supaya enggak sampai kecebur di lembah perselingkuhan.

"Aku sama pacar suka membahas. Tapi bukan yang mengancam, gitu. Misal, ada teman yang selingkuh, terus kita sempat ngomongin masalah itu. Terus, aku atau pacarku akan bilang, 'Kamu jangan gitu, ya,’" curhat Anya, siswi kelas II SMA swasta di Jakarta Selatan yang belum pernah dan enggak niat selingkuh.

Solusi lain adalah membicarakan dengan pacar setiap masalah yang mengganggu hubungan kita. "Bicarakan masalahnya dan cari solusi. Jangan cari orang lain untuk membicarakan," saran Pak Noel. Apalagi kalau curhatnya malah sama lawan jenis lain yang agak-agak kita taksir. Hmm… itu, sih, namanya cari-cari kesempatan!

Mengenal lebih dekat

Manfaat penting pacaran adalah kesempatan untuk belajar dan mengenali orang lain lebih dekat. Kita jadi lebih dewasa dan mengerti cara menyelesaikan masalah dengan baik. "Proses pacaran itu menghasilkan sesuatu yang membuat dua-duanya berkembang," ujar Pak Noel. Berdiskusi tentang keinginan kita dan pacar sebenarnya melatih kita berpikir lebih rasional dan enggak sekadar mengikuti emosi. Inilah kesempatan kita menjadi orang dewasa.

Keterbukaan semacam inilah yang juga penting dilakukan ketika kita merasa mendekati ambang perselingkuhan alias mulai menyukai orang lain yang bukan pacar. Akan lebih baik kalau kita membicarakan ini sama pacar daripada sembunyi-sembunyi dan justru makin menyakiti pacar. "Belajar jadi terbuka. Tapi setelah melihat dulu, kenapa kita suka sama orang ini? Ini mesti dijernihkan dulu," ungkap Pak Noel.

Pada dasarnya hubungan pacaran di usia kita memang sarana untuk makin mengenal orang lain dan bukan untuk melangkah menuju sehidup-semati. Perjalanan masih panjang dan masih terbuka kemungkinan kita atau pacar ketemu orang lain. Ada kata-kata bijaksana yang bilang, memang sakit melihat orang yang kita cintai berbahagia sama orang lain, tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kita cintai itu tidak berbahagia bersama kita.

sumber: Kompas 28 Januari 2005

Selingkuh Masyarakat Kelas Bawah

Selingkuh di kalangan selebritis atau kelas menengah atas sudah sering didengar, bahkan hal itu dianggap bagian dari gaya hidup. Akan tetapi ternyata jumlah perselingkuhan lebih banyak dilakukan masyarakat kelas bawah daripada masyarakat menengah dan atas.

Dari 40 kasus kekerasan dalam rumah tangga selama 1999-2001, 90 persen merupakan perselingkuhan dan dari jumlah itu 37 kasus merupakan perselingkuhan yang dilakukan masyarakat kelas bawah. Sisanya 10 persen konflik kekerasan yang diakibatkan faktor ekonomi dan perbedaan agama.

Hal ini diungkapkan Direktur Lembaga Advokasi Hak Asasi Manusia dan Bantuan Hukum (LABH) Halimah Ginting di sela-sela Lokakarya Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kaliurang, Sabtu (7/7). Acara berlangsung tiga hari diikuti tokoh masyarakat, agama, mahasiswa, kejaksaan, kepolisian dan LSM.

"Selingkuh selama ini dikenal sebagai budaya kelas menengah ke atas, namun dalam temuan LABH, kasus perselingkuhan lebih banyak terjadi di kelas bawah masyarakat yang hidup di Sleman dan Bantul. Padahal norma sosial dan agama mereka lebih kuat, temuan dari kota hanya sedikit," kata Halimah.

Uniknya, alasan yang dipakai selingkuh oleh para suami karena istri terlalu banyak bekerja mencari nafkah sehingga tak sempat atau tak mampu melayani kebutuhan biologis laki-laki. Itu banyak dialami istri yang bekerja sebagai laden tukang, pengangkut pasir atau kuli pasar.

"Dilihat dari alasan itu tampak sangat tidak adil. Para istri bekerja keras mencukupi kebutuhan rumah tangga, tetapi oleh suami malah ditinggal nyeleweng. Sayangnya karena budaya patriarkhi, posisi istri sangat lemah. Mereka tak berani meneruskan laporan ke polisi karena takut dicerai. Kalaupun sudah lapor ke polisi, mereka mencabut kembali karena diancam suami," tandas Halimah.

Padahal, lanjutnya, kekerasan dalam rumah tangga yang kebanyakan dilakukan suami merupakan masalah publik dan diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), bukan pribadi. Kepolisian seyogianya memahami masalah ini, sehingga laporan segera diteruskan ke pengadilan.
(sumber: Kompas 9 Juli 2001)

Pria Peselingkuh Rawan Jantung

Akhir-akhir ini berbagai media massa seakan berlomba-lomba menulis berita perselingkuhan yang akhirnya berujung pada perceraian. Andai saja para pria ini tahu bahwa menurut para pakar kesehatan, perselingkuhan ternyata juga bisa menganggu kesehatan

Menurut studi terakhir yang dilakukan oleh Center for Forensic Medicine di Jerman membuktikan bahwa pria yang tak setia dan berselingkuh memiliki kemungkinan meninggal dunia saat berhubungan seks lebih besar dari pria yang setia kepada pasangannya.

Hal ini dikaitkan dengan resiko serangan jantung yang banyak menimpa pria-pria berselingkuh.

Studi yang berpusat di kota Frankfurt ini telah meneliti catatan kematian dari 30.000 orang yang hidup dalam masa tiga dekade ke belakang. Hasilnya, mereka menemukan 60 kasus pria yang meninggal saat melakukan aktivitas seksual. Sebanyak 56 kasus diketahui meninggalnya akibat serangan jantung saat berhubungan intim. Sedangkan empat kasus sisanya meninggal saat bermasturbasi.Tercatat dalam rilis resmi penelian ini bahwa dari 56 kasus pria yang meninggal akibat serangan jantung saat bercinta, hanya empat saja yang saat itu bersama pasangan resminya. Selebihnya meninggal dalam pelukan kekasih gelapnya atau pekerja seks komersial di tempat prostitusi.

Sumber: Conectique.com